BAHASA

PENDIDIKAN

Rabu, 12 Desember 2012

BAGAIMANA MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR?



BAGAIMANA MENGENAL ALLAH DENGAN BENAR?
Ada dua jalan untuk rnengenal Allah SWT :
1.      Mengenal Allah lewat akal
Akal adalah salah satu sarana untuk mengenal Allah. Fungsi akal adalah untuk berfikir dan merenung. Seseorang yang memperhatikan ayat-ayat Al-Qur'an akan menemukan bahwa banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yang menggugah akal untuk berfikir dan merenung, sehingga sampai pada hakikat kebenaran yang tidak diragukan Iagi (13:3; 16:11; 27:52).

Allah sangat rnencela orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya dan akan memasukan rnereka ke dalam neraka jahannam kelak (7:179)
·         Ayat Kauniyyah
Sesungguhnya banyak sekali fenomena-fenomena yang terdapat di mayapada ini yang menunjukan kebesaran Allah (2:164; 51:20-21; 3:190-191) :
·         Fenomena terjadinya alam
Di antara sesuatu yang wajib diterima akal adalah bahwa setiap sesuatu yang ada pasti ada yang mengadakan. Begitu juga alam semesta ini, tentu ada yang menjadikannya (52:35)
·         Fenomena kehendak yang tinggi
Kalau anda memperhatikan alam ini, anda yakin menemukan bahwa semua ini sangat tersusun rapi. Hal ini menunjukan bahwa di sana pasti ada kehendak agung yang bersumber dari Sang Pencipta Yang Maha Pintar dan Bijaksana (67:3). Kita ambil beberapa contoh: seandainya matahari hanya mernberikan panasnya kepada bumi sebanyak setengah dari panasnya sekarang, pastilah kita membeku karena kedinginan, dan seandainya panasnya bertambah setengah pastilah kita telah menjadi abu. Seandainya rnalam lebih panjang sepuluh kali dari malam sekarang ini, tentulah matahari pada musim panas akan rnembakar seluruh tanaman di siang hari dan di malam hari seluruh tumbuhan mernbeku.
·         Fenomena kehidupan
Bila anda perhatikan makhluk yang hidup di muka bumi anda akan menemukan berbagai jenis dan bentuknya, serta berbagai macam cara hidup dan berkernbang biak (24:5; 6:38). Semua itu menunjukkan bahwa di sana ada zat yang menciptakan, membentuk, menentukan rizkinya dan meniupkan ruh kehidupan pada dirinya (29:20; 21:30)
Bagairnana pintarnya manusia tentu ia tidak akan dapat rnembuat makluk yang hidup dari sesuatu yang belum ada. Allah SWT rnenantang manusia untuk membuat seekor lalat, jika mereka mampu (22:73-74; 46:4)
·         Fenomena petunjuk dan llham
Ketika kita mempelajari alam semasta ini kita akan melihat suatu petunjuk yang sernpurna dan yang sekecil-kecilnya sampai yang sebesar-besarnya. Bagaimana kita dapat membedakan argumentasi petunjuk ini? Bagairnana ia dapat terwujud? Sungguh disitu terdapat jawaban yang diberikan akal, yaitu adanya Zat yang memberi hidayah (petunjuk) (20:50).
Seorang bayi ketika dilahirkan menangis dan mencari puting susu ibunya. Siapa yang mengajarinya?
Seekor ayam betina ketika mengerami telurnya ia membolak-balikkan telurnya, agar zat makanan yang terdapat pada telur tersebut rata. Dengan demikian telur tersebut dapat menetas. Secara ilmiyah akhimya diketahui bahwa anak-anak ayam yang sedang diproses dalam telur itu mengalami pengendapan bahan makanan pada tubuhnya di bagian bawah. Jika telur tersebut tidak digerak-gerakan niscaya zat makanan yang ada di dalamnya tidak merata, dengan demikian ia tidak bisa menetas. Siapa yang mengajarkan ayam untuk berbuat demikian?
Akal yang sehat akan berpendapat bahwa di sana pasti ada yang memberi hidayah (petunjuk) dan Al-Qur’an menerangkan bahwa zat yang memberi hidayah itu adalah Allah yang menciptakan lalu memberi hidayah.
·         Fenomena pengabulan do’a
Kita sering mendengar seseorang yang ditimpa suatu musibah yang membuat hatinya hancur luluh dan putus harapan. Ia berdo’a menghadap Allah SWT, tiba-tiba musibah itu hilang. Kebahagiaanpun kembali dan datanglah kemudahan setelah kesusahan. Siapa yang mengabulkan doa?
Sudah menjadi suatu yang logis bila seorang menghadapi bahaya pasti menghadap Allah SWT dan berdo’a. Firman Allah (17:67; 10:22-23; 6:63-64). Siapa yang mengabulkan doa itu?
·         Ayat Quraniyyah
Ayat-ayat Allah yang terdapat dalam Al-Quran berupa ajaran-ajaran konsep hidup, peraturan yang lengkap adalah merupakan mu’jizat yang nyata yang menunjukan akan adanya Allah. Mu’jizat itu terdapat pada :
·         Keindahan penyampaiannya, ketinggian bahasanya dan kerapian susunan ayat-ayatnya, yang sampai kini tak seorang manusia pun yang mampu dan sanggup menandingi-Nya atau membuat walaupun satu ayat. Al-Qur'an menantang siapa yang sanggup rnendatangkan satu surat ataupun satu ayat yang semisal (2:23; 10:38,11,13; 17:88)
·         Pemberitahuan Al-Qur'an tentang hal ihwal kaum `Aad, Tsamud, Kaum Nabi Luth, tentang Maryam, Nabi Isa dll. (9:70; 14:9; 50:12-14). Semua itu datang lewat lisan seoring yang ummi -tidak bisa membaca tidak bisa menulis- tidak pernah belajar kepada seorang guru serta tidak pernah hidup di tengah masyarakat berilmu atau di lingkungan Ahli Kitab (29:48). Semua itu menunjukan bahwa Al-Qur'an datang dari Allah SWT.
·         Pemberitahuan Al-Qur'an tentang kejadian-kejadian yang akan datang, persis seperti dikatakan Al-Qur’an:
·         Pemberitahuan Al-Qur'an tentang kekalahan bangsa Persia atas bangsa Romawi (30:1-3)
·         Janji Allah kepada kaum Muslimin untuk menjadikan mereka pemimpin (khalifah) di muka bumi sebagaimana ummat sebelum mereka (24:55). Dan janji Allah itu betul-betul terjadi. Pada masa Nabi SAW kaum muslimin telah menguasai jazirah Arab. Pada massa sahabat mereka telah menguasai dan sampai ke Persia. Kemudian menguasai Romawi di Syam, Mesir dan sekitarnya.
·         Janji Allah kepada kaum muslimin dengan kemenangan pada perang Badar (8:7).
·         Janji Allah kepada Rasul-Nya bahwa ia akan memasuki Masjid Haram (48:27).
·         Pemberitahuan Al-Qur'an bahwa Abu Lahab akan mati dalam keadaan musyrik.
·         Penemuan Ilmiyah yang tidak mungkin ditemukan oleh seorang ummi (tidak bisa baca tulis):
·         Pemberitahun Al-Qur'an bahwa mulanya bumi dan langit satu, kemudian terpisah dari langit (21:30)
·         Tentang asal kejadian manusia (22:5)
·         Pemberitahuan Al-Qur'an bahwa sumber rasa adalah urat syaraf yang terletak di bawah kulit (4:56)
·         Pemberitahuan Al-Qur'an tentang hampa udara bila manusia semakin tinggi naik ke langit (6:125)
·         Pemberitahuan Al-Qur'an bahwa bumi ini bundar (39:5)
·         Syari’at dan peraturan yang terkandung dalam Al-Qur'an dapat kita lihat dari beberapa segi:
·         Kelengkapan peraturan tersebut (syumul). Tidak ada situ amal perbuatanpun dan yang sekecil-kecinya sampai yang sebesar-besarnya kecuali Islam telah menerangkan hukum dan caranya (6:38; 16:89)
·         Kesesuaian di segala zaman dan ternpat. Sebab Al-Quran diturunkan sebagai petunjuk bagi seluruh manusia sampai hari kiamat (21:107; 34:28; 7:158)
·         Kekal sampai hari kiamat. Syariat Islam adalah syari’at yang kekal sampai hari kiamat (15:9)
2.      Mengenal Allah lewat rnemahami Asmaa'ul Husna
Cara kedua untuk mengenal Allah adalah dengan memahami Asma Allah yang baik (Asmaa'ul Husna)
·         Allah sebagai Rabb
Di antara ciri-ciri khusus dari kerububiyahan-Nya adalah:
·         Dia sebagai pencipta segala sesuatu (40:62; 6:102)
·         Yang memberi rizki (35:3; 11:6)
·         Yang memiliki (2:284)
·         Yang memberi manfaat dan bahaya (6:17; 35:55)
·         Yang menghidupkan dan mematikan (30:40)
·         Yang mengatur alam semesta ini
·         Allah sebagai Penguasa raya (114:2)
Di antara ciri khas yang dimiliki oleh penguasa adalah:
·         Dia sebagai pelindung (5:55; 2:257)
·         Dia sebagai penentu hukum (6:57; 12:40; 6:114)
·         Yang hendak memerintah dan melarang (7:54)
·         Yang menentukan undang-undang peraturan (42:21)
·         Yang ditaati (3:132; 3:32)
·         Allah sebagai Ilah (114:3)
Diantara sifat-sifat khusus bagi Ilah adalah Dia sebagai zat yang wajib disernbah (20:14)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar